Keutamaan Ibadah Haji

Keutamaan Ibadah Haji

Jihad menurut syariat Islam adalah berjuang dengan sungguh-sungguh. Haji adalah rukun islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah).

Ibadah haji adalah ibadah yang paling sulit dan rumit di antara ibadah-ibadah lainnya. Ibadah haji adalah sebuah proses ibadah yang harus mengerahkan semua harta benda, jiwa dan raga bahkan mentalpun tersita habis. Menunaikan ibadah haji sama halnya dengan berjuang di jalan Allah SWT. Karena setiap orang yang menunaikan ibadah haji itu berarti dosa-dosa yang pernah dilakukannya akan dihapus oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah berkata “jihad orang-orang tua lemah, anak kecil dan wanita adalah menunaikan ibadah haji dan umrah” (HR. Al-Nasai). Artinya, orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah itu benar-benar harus mempersiapkan fisik, materi, bahkan mental. Oleh sebab itu, orang-orang yang berangkat ke tanah suci Makkah seolah-olah perjalanan menuju akhirat.

Dalam sebuah kisah, seorang wanita nenek dari Usman Ibn Sulaiman berkata:Suatu ketika datang seorang laki-laki ke Rasulullah SAW, lalu berkata “aku ingin jihad di jalan Allah SWT (berperang), lalu Rasulullah SAW bersabda : bukankan telah aku tunjukkan jalan kepada kalian seputar jihad (perang) tanpa menggunakan senjata? laki-laki itu menjawab: betul wahai Rasulullah!.” Kemudian Nabi SAW berkata: “haji ke baitullah” (HR Abu Dar Al-Harwi). Bahkan haji yang mahbrur adalah haji yang afdol.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Adapun keistimewaan haji, yaitu:

1. Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, “tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga”, adalah haji yang mabrur tidak cukup jika dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119).

2. Haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah). Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »

“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520).

3. Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

4. Haji akan menghilangkan kefakiran dan dosa. Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

5. Orang yang berhaji adalah tamu Allah. Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Masih membincangkan ke-istimewaan jamaah haji sebagai duta Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda:duta Allah (utusan-Nya) itu ada tiga orang:

    1. Orang yang berperang di medan perang
    2. Orang yang menunaikan ibadah haji
    3. Orang yang menunaikan ibadah umrah (HR. Al-Nasai)

Dengan begitu apa yang mereka minta niscaya Allah SWT akan di kabulkan, karena mereka datang ke tanah suci semata-mata ingin memenuhi panggilannya. Doa orang yang sedang menunaikan ibadah haji itu pasti dikabulkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “5 doa orang yang tidak akan ditolak”:

    1. Doa orang yang menunaikan ibadah haji sampai kembali
    2. Doa orang yang sedang berperang (jihad) sampai dia kembali
    3. Doa orang yang teaniaya sampai dia mendapatkan pertolongan
    4. Doa orang yang sakit sampai dia sembuh
    5. Doa seseorang terhadap saudaranya yang tidak ada (jauh)

Untuk Informasi Lebih Lanjut, Hubungi :

PT. Arminareka Perdana Penyelenggara Perjalanan Umrah & Haji Plus terbesar Se-Dunia (Since Februari 1990)

Artikel Terkait: